Tiupkan Doa Sehabis Menulis

image

Kadang banyak hal yang tidak bisa diungkapkan oleh lisan. Banyak rasa bahagia yang tak diungkapkan oleh kata, dan banyak kemarahan yang hanya bisa disimpan dalam hati.

Jika itu adalah kebahagiaan, tersenyumlah dan menulis. Jika itu adalah kesedihan maka menangislah dan menulis. Dengan menulis akan membuat pikiran kita menjadi ‘liar’ menjelajah, meringankan hati, melapangkan jiwa, menumpahkan apa yg tak bisa dikeluarkan.

Saat menulis, tidak hanya pena yang menari di atas kertas, tapi juga hati dan pikiran kita ikut menari. Menulis apa kita rasakan, jauh lebih menyenangkan dibanding kita mengungkapkan secara lisan. Karena kertas dan pena takkan bisa bicara. Pena hanya mengikuti tarian tanganmu, dan kertas hanya wadah yang rela menjadi tempat goresan-goresan setiap kata hatimu.

Marahlah, tertawalah, teriaklah, dan berharaplah dalam setiap tulisan yang kau buat. Pena dan kertas akan menyampaikan kebahagiaan atau kesedihanmu kepada pemilik semesta. Dan jangan lupa yang terpenting adalah
“Tiupkanlah doa dalam setiap Tulisanmu” Semoga semesta bisa merasakan dan mengabulkan setiap harapan ๐Ÿ™‚

Amiinn…… Innallaha Ma’asshabiriin

-Nst-

Allah Menguji Tepat di Titik Kelemahan Kita

image

Maha benar Allah dengan segala firmannya. Benar sekali, yang Maha Kuasa memang cenderung menguji kita atau memberi cobaan kepada seseorang berdasarkan kekurangan atau sesuatu yang tidak disukai oleh hambanya. Selalu ada maksud dan tujuan dari setiap cobaan atau ujian yang Tuhan berikan kepada kita manusia.

Manusia tidak akan pernah belajar jika ia tidak ditempatkan di tempat yang paling membuat dia sakit, tempat yang paling membuat dia sedih dan sebagainya. Tuhan memberikan cobaan / ujian tepat pada hal yang tidak kita sukai atau tepat pada kekurangan yang kita miliki. Jika orang tersebut memiliki sifat yang cenderung tidak sabaran, tentunya Allah akan menguji dia dengan rasa sabar yang hebat! Selain itu jika seseorang itu pelit atau justru sebaliknya ( suka menghambur-hamburkan harta) Allah akan mengujinya juga dengan harta. Dan masih banyak contoh lainnya.

Buat saya, hidup itu belajar dan menerima. Belajar dari kesalahan dan ketidaktaatan kita sebagai manusia kepada penciptanya serta menerima segala ketetapanNya dan takdirNya yang diberikan untuk hidup kita. Dua hal tersebut terlihat biasa bagi yang belum pernah menerima atau merasakan ujian “belajar&menerima” sesungguhnya. Tapi dua hal tersebut akan begitu sangat berat bagi seseorang yang memang benar-benar sedang berada dalam ‘lingkaran’ tersebut. 

Manakala belajar dan menerima harus berjalan secara beriringan, sedangkan urusan hati dan otak (logika) tidak akan pernah bisa berjalan beriringan. Keduanya saling bertolak belakang, krena hati adalah bentuk rasa akibat suatu sebab, dimana hati tidak akan perduli hal tersebut masuk dalam logika atau tidak. Sedangkan otak (logika) tidak bisa seperti itu.

Bagaimanapun kita adalah manusia akhir jaman yang tidak memiliki rasa ikhlas dan sabar seperti yang dimiliki Nabi SAW. Rasa sakit itu memang harus dinikmati , karena kita memberikan waktu hati dan perasaan kita untuk belajar.

โ™ฅโ™ฅโ™ฅ

-Nst-

Blank Page II

image

Ada pertemuan, ada perpisahan. Ada awal ada akhir, ada senyum, ada tangis, ada pembuka dan ada penutup. Masyaallah, tidak terasa kita sudah berada lagi di penghujung tahun. Masyallah, kita diberi kesempatan lagi untuk memperbaiki diri, Masyallah, kita diberikan lagi tahun yang baru, Masyallah, apakah amal dan ibadah kita bertambah?

Masyallah, Allah kembali memberikan kita selembar kertas kosong kehidupan. Entah bagaimana, hasil dari kertas yang sebelumnya. Apakah hitam, atau putih. Apakah baik atau buruk, tapi Allah memberikan kita kertas kosong lagi, lagi dan lagi. Artinya coretan di kertas kita yang sebelumnya masih jauh dari kata baik, maka Allah berikan lagi kertas yang baru. Selalu ada pelajaran berharga di setiap tahunnya. Selalu ada tahun dimana berisi kesenangan, dan selalu ada tahun dimana yang berisi tentang kesedihan dan kepahitan. Di setiap pergantian tahun daftar resolusi kita selalu saja ingin begini, ingin begitu, harus punya ini, harus punya itu, minta ini, dan itu. Tapi, apa yang kita berikan untukNya di setiap pergantian tahun?

Ya Rabb, maafkan kami yang selalu meminta banyak, meminta ini dan itu. Tapi apa yang kami berikan untukMu? Kami selalu mengisi lembar kosong yang Engkau beri dengan coretan hitam.

-Nst-

Air Mata di Ujung Pelupuk

image

Semakin kuat , semakin dalam, semakin cinta Allah dengan keluarga ini. Semakin hebat pula Allah beri ujian yang cukup berat untuk orang-orang seperti kita yang tidak memiliki ‘pundak kekar’ sebagai pelindung atau sekedar sandaran dikala air mata ini terus jatuh. Tubuh masih berdiri tegap, wajah selalu siap untuk tersenyum, mata masih memandang lurus ke depan, kaki masih tetap melangkah, tapi hati ini sudah seperti kapal yang terkoyak, kapal sudah kehabisan bahan bakar namun harus tetap berjalan, kapal yang selalu membutuhkan bahan bakar, namun tidak memiliki daya untuk terus mengisi bahan bakar karena ketidakmampuannya. 

‘Jarak pandang’ sepertinya hanya 100 meter ke depan. Setelahnya sudah tidak terlihat apapun. Semua terasa gelap, semua terasa mati, terasa tak memiliki kekuatan untuk melihat apakah akan ada titik terang setelah melewati 100 meter itu. Kita hanya bisa berpegangan tangan berdua, tanpa ada ‘lengan kekar’ yang merangkul memberi kehangatan dan perlindungan.

Air mata sudah di ujung pelupuk. Hati ini terus meronta-ronta, hati ini ketakutan seolah tidak memiliki Tuhan. Kita hanya manusia akhir zaman yang penuh dengan segala “rasa” pahit maupun manis. Jika tidak lulus akan ujian, pasti Tuhan berikan waktu untuk megulang. Ini akan berlalu, ini akan berlalu, ini akan berlalu. Tidak ada kebahagaiaan selamanya, begitupun kesulitan dan kesedihan.

Masih diberi nafas, artinya masih akan terus diberi Rezeki. Aamiin

#KAMIKUAT #ALLAHWITHUS 

-Nst-

Jodoh Terdekat

image

Kita cenderung menunggu kapan datangnya atau kapan bertemu dengan jodoh. Padahal jodoh yang terdekat dengan manusia adalah kematian. Kita belum tentu bertemu dengan jodoh kita di dunia, tapi sudah dipastikan kita bertemu dengan kematian. Tidak ada yang menjamin kita masih bisa bernafas sampai esok hari.

Akan tetapi setiap manusia wajar saja berharap bisa dipertemukan oleh jodoh pada saat di dunia. Tapi alangkah lebih baik terlebih dahulu kita memikirkan kematian. Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan di dunia maupun akhirat. Tapi gue berharap banget bisa dipertemukan sama jodoh gue di dunia sebelum gue kembali padaNya.

Gue bener-bener memimpikan punya keluarga kecil yang bahagia seperti yang dimiliki temen-temen gue sekarang. Gue nggak iri sama mereka yang punya mobil bagus, rumah mewah, kendaraan mahal, atau tas branded sekalipun. Tapi gue iri sama mereka yang bisa bahagia dengan keluarga kecilnya yang sakinah, temen-temen gue yang bisa ngerasain yang namanya hamil, punya anak, dan pastinya punya suami yang soleh, setia dan bertanggung jawab.

Tapi yang bikin gue nggak takut adalah, karena Allah juga menjanjikan, apa yang menjadi milik kita maka akan menjadi milik kita dan apa yang ditakdirkan untuk kita maka akan terjadi pada kita. Itu semua hak Prerogatifnya Allah.

Selain itu, gue percaya kok masih banyak takdir yang bisa diubah melalui Doa. Dipertemukan oleh jodoh yang tepat di waktu yang tepat, rasanya nggak ada yang lebih indah dari itu. Tapi ingat, jodoh yang sudah pasti kedatangannya adalah kematian.

Sikap kita sekarang, bakal menentukan seperti apa kita di masa depan. Tanam kebaikan, tuai kebaikan begitu sebaliknya. Kita juga udah dijanjiin kok bahwa (An-nur:26). Disitu jelas banget !! โ˜บโ˜บโ˜บ

“JODOH ADALAH CERMINAN DIRI”

-Nst-

Kembali

image

Hati ini masih kotor, masih dunia terus yang dipikirkan. Padahal nggak ada satupun yang menjami kalau kita masih bernafas sampai esok fajar. Ya Rabb hati ini selalu mengkhawatirkan dunia, bagaimana hidup besok, bagaimana masa depan, siapa jodoh kita nanti, padahal tidak ada yang tau umut kita sampai kapan.

Hati ini terlalu cemas dengan apa yang kita inginkan, bisa kita dapatkan atau tidak.ย  Pikiran ini terlalu sibuk memikirkan rasa sakit, rasa benci, rasa marah, rasa dendam, dan rasa marah. Mau dibagaimanakan lagi, sudah fitrahnya manusia di karuniakan nafsu, marah, sakit, benci, bahagiaย  dan sedih. Sangat manusiawi kesemua rasa tersebut tidak bisa dihilangkan atau diterima dengan ikhlas dalam waktu cepat.

Kita hanyalah manusia akhir zaman yang tidak mungkin memiliki hati seperti nabi atau malaikat. Hati dan pikiran manusia tidak bisa me-restart atau menghilangkan rasa sakit secara cepat, karena kita bukan mesin. Manusia membutuhkan waktu untuk meluapkan kemarahan, merasakan kesedihan, meratapi kesakitan, barulah menerima (ikhlas). Itupun butuh waktu yang tidak sebentar.

Tapi sampai dimana kita akan berlabuh atas semua kemarahan, benci, sedih, sakit, dendam. Karena ujung-ujungnya kita semua akan “Kembali” kepadaNya. Dia pun meminta kita hanya membekali diri dengan amal kebaikan dan ibadah. Hanya itu isi ransel kita saat “Kembali” padanya.

Bersihkanlah hati kami Ya Rabb, mudahkanlah urusan kami di dunia hanya untuk hal yang baik-baik saja.

🍓Aamiin🍓

-Nst-

Happiness

is.jpg

Are You happy Now?

Manusia kadang berpikir takaran suatu kebahagiaan adalah soal ‘Dunia’. Memang benar, kita nggak akan bisa melakukan apapun jika tak ada uang. Karena hidup ini realistis, yang pastinya membutuhkan materi unutk memenuhi segala keperluan hidup. Tapi juga ada dimana suatu kondisi seseorang yang benar-benar tidak bisa melakukan aktifitas kecil hanya untuk sekedar menghibur dirinya dari segala kebosanan dan ujian dalam hidup. Hanya sekedar hiburan kecil saja pun tidak bisa. Seseorang itu hanya bisa meratapi masa sulitnya sambil mencoba ikhtiar untuk hidup yang lebih baik.

Dari masa sulit itu, Tuhan tidak membiarkan ujian itu datang tanpa hikmah dan juga pelajaran. Disaat seseorang itu tidak bisa melakukan apapun dalam hidupnya dikarenakan keterbatasan secara finansial yang sedang ia alami, disitu Tuhan memberikannya jutaan kekuatan yang belum tentu bisa dimiliki orang lain. Itu adalah kebahagiaan sesungguhnya. Bagaimana tidak, disaat dia hanya bisa meratapi hidupnya yang penuh ujian, disamping itu Tuhan menganugerahkan kekuatan, kesabaran, dan kebesaran hati yang bisa merasakan, ini adalah ujian penuh cinta dari yang Kuasa. Dia bisa mengerti artinya ujian hidup, rasa sabar, dan tentunya di episode kehidupannya mendatang, disaat Tuhan memberikan hadiah dan buah dari kesabaran itu, dia tidak akan Jumawa dan tidak akan lupa bagaimana ia “Dulu”.

Manusia cenderung tidak tahan, detik demi detik harus menelan rasa pahit fase dalam hidupnya. Kesepian, kesedihan, kesulitan datang secara bersama tanpa permisi. Namun, dibalik itu betapa dia mengerti akan dirinya sendiri. Bagaimana dia harus mengendalikan emosi, marah, kesal, dalam dirinya. Sudah tidak ada lagi yang bisa dilakukan selain sabar dan terus berikhtiar. Karena hanya itu yang Tuhan suruh (sabar dan Ibadah).

Toh keadaan ini tidak akan selamanya karena roda kehidupan terus berputar. Tidak ada kebahagiaan yang kekal, dan tidak ada kepedihan yang abadi.

Apa Kabar Hidup?

image

Apa kabar hidup?
Apa kabar hati?
Apa kabar jiwa?
Apa kabar otak?
Apa kabar perasaan?

Benar kata orang, yang membuat seseorang jadi atau lebih dewasa adalah titik terendah dalam kehidupan. Keadaan sulit bisa membuat orang menjadi dewasa. Akhirnya gue bisa mengenali diri gue seperti apa. Karena gue orangnya sama sekali nggak sabaran, oleh karena itu Allah menguji gue dengan kesabaran. Benar-benar gue diuji dengan rasa sabar. Ini berat banget buat gue dan pastinya buat seluruh umat yang namanya manusia. Pantes aja Sabar hadiahnya Surga. Berat bgt ini rasanya, gue harus menjalani hidup gue inch demi inch “cakaran” yang namanya rasa sabar. Gue ngerasa hati dan otak gue udah berdarah-darah banget menanti Doa gue yang terbilang sederhana dikabul sama Allah. Tapi Dialah pemilik hati pemilik segalanya.

Kita cuma bisa menunggu dan berikhtiar. Gue yakin perjuangan gue yg berat ini, Allah juga akan kasih buah dari kesabaran gue yang gak mungkin biasa-biasa aja. Gue yakin pasti special. Karena untuk menuju tempat yang indah kita harus melewati jalan yang nggak enak dulu.

Allah yang menempatkan gue di posisi sekarang ini. Dia Maha tau apa yang paling baik buat gue. Mungkin ini permintaan sederhana. Gue cuma minta BAHAGIA DENGAN SEDERHANA. Sebagai perempuan biasa, gue cuma minta sebelum gue kembali padaNya, gue hanya minta dikasih keluarga Sakinah, suami yang soleh dan anak-anak yang lahir dari rahim gue.

Aamiin

🌈🌈🌈

-Nst-

Fase Keempat yang Paling Aku Tunggu

image

Orang zalim itu akan melalui 4 fase yang mesti kita pahami secara baik. Supaya kita tidak berburuk sangka kepada Allah dan putus asa melihat kenyamanan si zalim dalam melancarkan kejahatannya.

Banyak di antara kita yang mengira bahwa Allah akan menurunkan azab kepada orang zalim dengan instan. Segera setelah kezaliman yang ia lakukan. Tapi ini adalah perkiraan yang salah.

Fase pertama: Penangguhan atau penundaan.

Allah berfirman:

{ูˆูŽุฃูู…ู’ู„ููŠ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุฅูู†ู‘ูŽ ูƒูŽูŠู’ุฏููŠ ู…ูŽุชููŠู†ูŒ}

Dan aku akan memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh (Al Qalam: 45)

Di fase itu Allah menangguhkan azab bagi orang zalim. Semoga saja ia bertaubat atau kembali kepada jalur yang benar.

Fase kedua: Istidraj

Allah berfirman:

(ุณูŽู†ูŽุณู’ุชูŽุฏู’ุฑูุฌูู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุญูŽูŠู’ุซู ู„ูŽุง ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ)

Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur ke arah kebinasaan dengan cara yang tidak mereka ketahui. (Al Aโ€™raf: 182)

Bukan artinya dunia disempitkan bagi mereka. Tidak sama sekali. Bahkan justru dibukakan dunia selebar-lebarnya, diangkatkan derjatnya di mata manusia, dihamparkan baginya rezki dan kelezatan dunia, Allah memberikan apa saja yang ia minta dan inginkan, bahkan melebihi apa yang mereka harapkan.

Fase ketiga: Pemolesan hingga kelihatan cantik dan indah.

(ูˆูŽุฒูŽูŠู‘ูŽู†ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ูŽู‡ูู…ู’ )

โ€œDan setan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka..โ€ (An Naml: 24)

Saat itu hati orang zalim akan mati. Karenanya ia akan menganggap seluruh pendapatnya adalah kebaikan yang mesti ia lakukan. Hatinya tidak akan hidup lagi untuk menyesali apa yang sudah ia lakukan.

Fase keempat: Turun azab.

{ูˆูŽูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽุฎู’ุฐู ุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุฎูŽุฐูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑูŽู‰ ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุธูŽุงู„ูู…ูŽุฉูŒ ุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุฎู’ุฐูŽู‡ู ุฃูŽู„ููŠู…ูŒ ุดูŽุฏููŠุฏูŒ}

โ€œDan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi kerasโ€. (Hud: 102)

Pada saat ini orang zalim tidak diberi ampun lagi. Kesempatan untuk perbaikan sudah ditutup. Azab Allah segera turun terhadap si zalim. Dan bentuk azabnya sangat dahsyad, tidak terbayangkan oleh siapapun.

Ketika itulah hati-hati orang mukmin akan terobati.

ูู‚ุทุน ุฏุงุจุฑ ุงู„ู‚ูˆู… ุงู„ุฐูŠู† ุธู„ู…ูˆุง ูˆุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†.

โ€œMaka orang-orang yang lalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alamโ€. (Al Anโ€™am: 45).

🌈Seperti mendapat tiupan angin segar setelah membaca ini. Maha benar Allah dengan segala firmannya. 🌈

Source: Ustadz Zulfi Akmal, Lc. MA.

-Nst-

Senja

senja-di-pantai-wera

Senja…..entah mengapa aku sangat mencintai waktu senja. Senja itu indah, senja itu seperti kejujuran yang tidak bisa disembunyikan. Senja selalu romantis yang selalu dapat membuat dua pasang bola mata yang melihat seperti disirami air dan terasa sangat sejuk. Selalu banyak cerita, selalu banyak kenangan ketika senja datang. Oranye yang selalu senja perlihatkan tidak pernah mengecewakan kedua mata ini.